Langsung ke konten utama
LandCraftLandCraftFull-Stack Website & Admin Panel Studio

← Baca overview lengkap: Jasa Pembuatan Website SaaS — Landing Page Produk, Pricing, Demo, dan Lead Generation

Bisnis & Keuangan · 28 Agustus 2026

Landing Page SaaS untuk Target Audiens Non-Teknis — Bahasa Sederhana, Bukan Jargon Software

Banyak landing page SaaS ditulis dengan asumsi pembacanya paham istilah teknis — "integrasi API", "dashboard real-time", "cloud-based". Untuk produk yang menyasar UMKM atau pengguna non-teknis, bahasa seperti ini justru bikin jarak, bukan meyakinkan.

Tanda Landing Page Terlalu Teknis

  • Istilah yang butuh penjelasan tambahan buat dipahami target audiens (misalnya "API", "sinkronisasi cloud")
  • Fitur dijelaskan dari sisi teknis (bagaimana cara kerjanya) bukan dari sisi manfaat (apa yang berubah buat penggunanya)
  • Nggak ada analogi atau perbandingan dengan hal yang sudah familiar buat target audiens

Cara Menulis untuk Audiens Non-Teknis

  • Jelaskan fitur dari manfaat konkret yang dirasakan pengguna, bukan cara kerja teknisnya
  • Pakai analogi dengan hal yang sudah familiar ("kalau bisa pakai WhatsApp, bisa pakai [produk]")
  • Hindari singkatan atau istilah industri kecuali benar-benar perlu, dan jelaskan singkat kalau terpaksa dipakai

Contoh dari Kasirin

Kasirin secara eksplisit memposisikan diri untuk audiens non-teknis dengan tagline "kalau bisa pakai WhatsApp, bisa pakai Kasirin" dan penjelasan fitur dari sisi manfaat ("catat penjualan otomatis, tanpa buku catatan lagi") bukan dari sisi teknis. Bahasa yang dipakai di seluruh halaman sengaja menghindari istilah software yang bisa bikin pemilik warung merasa produknya "bukan buat mereka".

Lihat Bahasa Kasirin di Halaman Fitur

Coba langsung bagaimana fitur dijelaskan dengan bahasa sederhana.

Buka Demo →

Baca overview lengkap struktur landing page SaaS di Jasa Pembuatan Website SaaS.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah bahasa yang terlalu sederhana bisa terkesan kurang profesional?

Tidak, selama strukturnya tetap rapi dan kontennya lengkap. Bahasa sederhana justru menunjukkan produk memahami audiensnya, bukan sekadar meniru gaya SaaS enterprise yang tidak relevan buat target penggunanya.

Bagaimana kalau produknya sebenarnya punya fitur teknis yang kompleks?

Fitur kompleks tetap bisa dijelaskan lewat manfaatnya buat pengguna, bukan mekanismenya. Detail teknis bisa dipindah ke halaman dokumentasi terpisah buat pengguna yang memang butuh itu.